Tampilkan postingan dengan label FAVE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FAVE. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Desember 2012

Menulis Novel


Apa yang harus Hindari Dalam Menulis Novel

Hindari menggunakan "adalah", "telah" dan "sedang". Setiap kalimat yang menggunakan kata kerja adalah "mengatakan," daripada "menunjukkan," apa yang kita inginkan. Misalnya,  mengatakan: "Sally adalah seorang gadis lucu," kita bisa mengatakan "Aku suka selera humor Sally" atau "Sally membuat saya tertawa." Bahkan lebih baik, kita bisa menggambarkan dia menjadi lucu - mungkin dia menceritakan lelucon, atau membuat komentar cerdas, yang benar-benar akan meniadakan kebutuhan untuk mengatakan dia lucu di tempat pertama, karena pembaca sudah akan tahu.

Berlebihan Adverbia

Cobalah untuk menghindari penggunaan kata keterangan dalam tulisan kita, terutama setelah dialog. Kata keterangan adalah kata yang memodifikasi kata kerja, kata sifat, kata keterangan lainnya, atau berbagai jenis kata-kata, frasa, dan klausa. Itu akan mengalihkan perhatian pembaca dari cerita kita. Ada banyak contoh "katanya tak percaya," atau "katanya sinis." Sebuah cerita yang baik atau dialog akan menyampaikan nada kita mencoba untuk membuat tanpa penggunaan deskriptor tambahan. Alasan adverbia buruk, adalah bahwa itu menarik perhatian di luar cerita kita. Sangat penting bahwa pembaca tidak merasakan kehadiran penulis tetapi sebaliknya, harus mampu menyerap cerita tanpa gangguan.

Berlebihan Deskripsi

Keterangan ini sangat berbeda dengan rincian spesifik, yang diperlukan dalam sebuah novel yang baik. Keterangan, bagaimanapun, dapat memperlambat narasi kita. Gunakan aturan ini untuk memutuskan apakah akan memberikan gambaran dalam tulisan kita - Apakah itu berhubungan dengan plot dan memajukan cerita? Jika jawabannya tidak, hentikan itu. Menulis adalah semua tentang plot bergerak bersama, dan jika kita berhenti sejenak untuk memberikan deskripsi halaman dua bangunan, tidak peduli seberapa indah, kita sebaiknya berhenti dan menarik pembaca keluar dari cerita kita. Kecepatan adalah segalanya.

Hindari Generalisasi

Berbeda dengan deskripsi yang berlebihan, rincian spesifik sangat penting untuk sebuah cerita. Mengambil waktu untuk nama jalan, atau restoran, atau untuk menjelaskan secara singkat gaun, membuat semua perbedaan untuk pembaca. Saya baru saja membaca sebuah buku, saya tidak akan menyebut judul bukunya, buku itu tidak memberikan rincian. Itu membuat saya sangat marah! Dia berbicara tentang gaun dia telah memilih untuk memakai keluar malam itu, tetapi tidak mengatakan apa-apa tentang hal itu! Dia bisa mengatakan itu adalah little black dress, atau gaun malam Slinky merah, atau gaun bunga. Fakta bahwa dia telah mengabaikan untuk memberikan rincian penting seperti benar-benar tidak menarik kisahnya. Ini membuatnya kurang bisa dipercaya. Sebagian besar pembaca punya imajinasi, tetapi kita harus memberi mereka batasan. Mengharapkan mereka untuk datang dengan semua rincian itu sendiri tidak profesional, dan terus terang, sedikit malas.

(translate dari : http://socialpolitan.org/fiction-writing-craft/m/articles/view/Writing-a-Novel-What-to-Avoid)

Senin, 25 Oktober 2010

MENGELUH

Sebuah kata sederhana yang mungkin jarang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi seringkali kita praktekkan langsung baik secara sadar maupun tidak sadar.

saat ini saya sudah semester 5 dan rasanya berat dan luar biasa. gak ada hari libur. gak ada hari untuk nyantai karena tiap hari harus berkutat sama tugas yang gak ada berhentinya.
well, yang saya lakukan barusan juga merupakan keluhan.
sadar atau gak sadar, tetep namanya saya sedang mengeluh.
Kita semua melakukan hal tersebut setiap saat tanpa menyadarinya. padahal semakin sering kita mengeluh, maka semakin sering pula kita mengalami hal tersebut. seperti jadi habit atau kebiasaan kita aja. mengeluh itu membentuk suatu pola yang sudah dapat diprediksi, kita gak akan pernah puas dengan apa yang kita miliki atau lakukan sampai belajar untuk tidak mengeluh.
Mengeluh adalah hal yang sangat mudah dilakukan dan bagi beberapa orang hal ini menjadi suatu kebiasaan dan parahnya lagi mengeluh menjadi suatu kebanggaan. Menjadi seorang yang pengeluh mungkin bisa mendapatkan simpati dari teman, tetapi gak akan membuat kita memiliki lebih banyak teman dan gak akan menyelesaikan masalah kita, bahkan bisa membuat kita kehilangan teman-teman kita.
Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa kita mengeluh? Kita mengeluh karena kita kecewa bahwa realitas yang terjadi tidak sesuai dengan harapan kita. Bagaimana kita mengatasi hal ini. Caranya sebenarnya gampang-gampang susah, kita hanya perlu bersyukur.
Saya percaya bahwa di balik semua hal yang kita keluhkan PASTI ADA hal yang dapat kita syukuri.
Bersyukurlah lebih banyak dan percayalah hidup akan lebih mudah dan keberuntungan senantiasa selalu bersama kita, karena kita dapat melihat hal-hal yang selama ini mungkin luput dari pandangan karena terlalu sibuk mengeluh.
Try it now :
  1. Bersyukurlah setiap hari setidaknya satu kali sehari. Bersyukurlah atas kesehatan, keluarga atau apapun yang dapat disyukuri. Ambilah waktu selama 10-30 detik saja untuk bersyukur kemudian lanjutkan kembali kegiatan.
  2. Jangan mengeluh bila menghadapi kesulitan tetapi lakukanlah hal berikut ini. Tutup mata, tarik nafas panjang, tahan sebentar dan kemudian hembuskan pelan-pelan dari mulut, buka mata, tersenyum dan pikirkan bahwa suatu saat nanti kita akan bersyukur atas semua yang terjadi pada saat ini.
  3. Biasakan diri untuk tidak ikut-ikutan mengeluh bila sedang bersama teman-teman yang sedang mengeluh dan beri tanggapan yang positif atau tidak sama sekali. Selalu berpikir positif dan lihatlah perubahan dalam hidup.
  4. “Semakin banyak bersyukur kepada Tuhan atas apa yang dimiliki, maka semakin banyak hal yang akan dimiliki untuk disyukuri.”

Senin, 16 Agustus 2010

hujan

aku suka hujan.
ketika hujan turun perasaan itu tak dapat dipungkiri lagi.
hujan dapat menahan mu di sini. denganku.
aku tersenyum memandangmu.
bahkan ketika punggungmu membelakangiku.


hingga suatu masa kamu jengah.
entah karena dirimu sendiri atau... aku
kamu berharap hujan berhenti namun aku sebaliknya.
kamu mulai kebingungan memikirkan cara untuk pergi dari tempat ini.
tempat kita bersama.
tanpa menyakitiku.


aku mencoba menahan mu. tetap disini. bersama ku.
namun tak satu patah kata keluar dari bibirku.
beku. pilu.
hingga kamu pergi.
tak bisa ku lihat.
hanya bayangan mu yang tinggal.
dengan sejumput luka.
luka yang masih basah.


ku hampiri hujan agar tak terlihat air mata ku.
dan mencoba tak memaksa mu tetap tinggal.
karena air mataku.
aku tersenyum. palsu.
bahagia. di balik luka ku.
kamu berbalik.
aku harap kembali.
namun kamu tetap melangkah. menjauh.
aku tertunduk. dalam hujan.

sejak saat itu AKU BENCI HUJAN.
membuat ku kehilangan mu.
membuat ku luka. perih.
mengingat kebodohan ku tak mencegahmu pergi.
tak mencoba menahanmu tetap di sini denganku.
sudah lelah.
rintikan air dari langit tak kunjung berhenti.
aku tersudut di tempat itu.
merangkul hati yang juga mulai membeku.
menunggu mu datang kembali.
tetap berharap kamu mulai merindukan ku.
merindukan hujan.
merindukan tempat ini.
hilang arah.
ketika matahari kian terpancar.
dengan sejuta warna pelangi menyusulnya.
aku mulai menyerah.
berhenti berharap kamu datang.
mengobati luka ku.
menuntun arah ku.
menggenggam tangan ku. erat.


aku berkata pada hati "dapatkah ku tahan langkah ku sebentar lagi ?"

Minggu, 16 Mei 2010

SENYUM dan HARAPAN

SENYUM
Dalam fisiologi, senyum adalah ekspresi wajah yang terjadi akibat bergeraknya atau timbulnya suatu gerakan di bibir atau kedua ujungnya, atau pula di sekitar mata. Kebanyakan orang senyum untuk menampilkan kebehagiaan dan rasa senang.
Senyum itu datang dari rasa kebahagian atau kesengajaan karena adanya sesuatu yang membuat dia senyum, Seseorang sendiri kalau senyum umumnya bertambah baik raut wajahnya atau menjadi lebih cantik ketimbang ketika dia biasa saja atau ketika dia marah.

senyum adalah salah satu cara manusia untuk berkomunikasi tanpa harus mengucapkan kata kata.Senyum pada hakekatnya adalah salah satu anugerah indah yang tuhan berikan.
senyum merupakan kebutuhan manusia yang sederhana dan gratis tapi memberikan dampak yang begitu besar pada diri kita.Senyum itu seperti setetes air yang bisa mehilangkan dahaga dan seperti udara segar didalam ruangan hampa yang kedap udara.

senyum itu sederhana, tapi dahsyat luar biasa.
Ia kecil, tapi bermakna raksasa.
Ia mudah, tapi sangat berharga.
Karenanya.... 
Tersenyum lah...
Nikmati keajaiban-keajaiban dalam hidup kita. 
Dan... 
Bagikanlah keajaiban bagi hidup sesama kita.

HARAPAN
“Harapan adalah sarapan yang baik, Tetapi makan malam yang buruk.”–Francis Bacon
Kita harus hidup dengan harapan, tetapi kita tidak bisa hidup menggantung semata pada harapan. Adalah baik untuk berharap yang terbaik. Tetapi hal itu tidak cukup. Kita tidak bisa hanya berharap tetapi kita harus bertindak.
Sangat menyedihkan, bahwa banyak hal digantung berlebihan pada harapan demi perbaikan nasib. Berharap yang terbaik belum menghasilkan apa-apa. Bekerja dan bertindak disertai dengan harapan di dalam hati adalah hal yang membawa hasil. Kombinasi yang sempurna.  Harapan tidak akan mengecewakan selama hal itu disertai dengan tindakan dan komitmen. Harapan tidak bisa mengganti tindakan. Kerjakan apa yang harus dikerjakan ada atau tidak ada harapan. Harapkan yang terbaik dan kerjakan apa saja yang memungkinkan harapan itu terwujud.
Berhentilah bekerja hanya untuk sekedar hidup dan buat perbedaan. Sekalipun di hari terburuk
Hidup adalah kemewahan, hidup adalah kegembiraan sekalipun di hari terburuk. Kenyataan bahwa kamu saat ini hidup sehingga bisa membuat keputusan, bisa melaksanakannya, dan mampu membuat perbedaan jauh lebih berharga ketimbang segala kesulitan dan kekecewaan yang mungkin menghadang.
Saat dunia gelap hidup adalah alasan mengapa kamu harus menjadi cahaya.
Kualitas hidup kamu tidak tergantung pada apa yang anda temui, tetapi pada seperti apa kamu setelah melewati segala tantangan. Hari ini adalah hari istimewa karena kamu diperbolehkan masuk ke hari ini. Ada kesempatan untuk tumbuh dan mencapai cita-cita kamu ke segala arah. Bila orang di sekitar kamu pencemooh dan pendengki kamu punya kesempatan untuk membuat bahwa KARENA KAMU lingkungan kamu bisa berubah ke arah lebih baik.
Hati kecilmu sudah mengerti hal ini. Hidup adalah indah bila kamu menerima hidup sebagai kesempatan. Di mana pun kamu, apapun yang kamu hadapi, ambil keputusan untuk menikmati keindahan itu setiap hari. Dan saat kamu mengambil pilihan ini dunia di sekeliling kamu pun akan menjadi lebih baik.

maka tersenyum dan berharaplah supaya hidupmu lebih berwarna.

Rabu, 05 Mei 2010

dan kami para wanita pun tau

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukanlah tokoh romantis yang dapat melukis seperti Jack Dawson dalam Titanic, maka itu kami tidak pernah minta kalian melukis wajah kami dengan indah, paling tidak saat kami minta kalian menggambar wajah kami , gambarlah, meskipun hasil akhirnya akan seperti Jayko adik perempuan Giant dalam film Doraemon, tapi kami tahu, kalian berusaha.

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukan peramal seperti Dedi Corbuzier yang dapat menebak isi pikiran kami atau apa yang kami inginkan saat kami hanya terdiam dan memasang wajah bosan, tapi saat itu kami hanya ingin tau, sesabar apakah kalian menghadapi kami jika kami sedang sangat menyebalkan seperti itu, kami tidak minta kalian mampu menebak keinginan kami, setidaknya bersabarlah pada kami dengan terus bertanya “jadi sekarang maunya gimana?”

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukanlah penyair sekaliber Kahlil Gibran atau yang mampu menceritakan kisah romantis seperti Shakespear, maka itu kami pun tidak meminta kalian mengirimi kami puisi cinta berisi kalimat angan-angan nan indah setiap hari atau setiap minggu, tapi setidaknya mengertilah bahwa setelah menonton film korea yang amat romantis itu, kami sangat berandai-andai kekasih kami dapat melakukan yang sama, meskipun isi puisi tersebut tidak sebagus kahlil Gibran, kami akan sangat senang –sungguh- jika kalian mengirimkannya dengan tulus dan niat. (bahkan meskipun ujungnya terdapat “hehe, aneh ya?”, kami akan benar-benar melayang, tuan)


Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian tidaklah setampan Leonardo Dicaprio, tapi tolong mengertilah itu sama sekali bukan masalah bagi kami, saat kami memuja-muja pemuda seperti itu, itulah pujian dan pujaan, tapi hati kami sungguhnya telah terikat oleh kalian, tuan. Mungkin saat itu kami hanya ingin tau apa pendapat kalian jika kami jatuh cinta pada orang lain, semacam mengukur tingkat kecemburuan kalian.


Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian tidaklah semenakjubkan John Nash atau sebrillian Isaac Newton, namun kami sebenarnya sangat menghargai bantuan kecil dari kalian meskipun hanya membantu mencarikan artikel dari internet, kami ingin menunjukkan pada kalian bahwa kalian lebih kami percayakan daripada Newton atau Galileo.


Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian tidaklah segagah Achilles pada film Troy, maka itu kami tidak pernah minta kalian mengikuti program peng six-pack an tubuh atau kontes L-men. Namun dengan kalian berhenti dan tidak pernah merokok, kami sangat akan memilih kalian dari Achilles manapun. Menyuruh kalian berhenti merokok adalah untuk meyakinkan diri kami bahwa kalian lebih gagah dari Achilles (karena tentu kalian akan kalah beradu pedang dengan Achilles bukan?).


Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukan Pangeran denga kuda putih yang akan melawan naga demi kami, karena kami pun bukan putri tidurnya, dan maka dari itu kami tidak pernah minta kalian melawan preman pasar yang pernah menggoda kami waktu lalu, tapi setidaknya, mengertilah tanpa kami harus minta, saat hujan lebat datang dan dirumah sedang mati lampu dan ayah ibu belum datang, kami hanya dapat mengandalkan kalian, maka itu temani kami walau hanya dengan sms dan telepon, karena menurut kami, berbincang dengan kalian adalah melegakan, maka itu jangan tradeoff (tukar) keadaan seperti itu dengan Game PES 2010 terbaru kalian itu (sangat mengesalkan!)


Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukanlah bayi yang harus diingatkan hal ini dan itu setiap waktunya, tapi mengertilah bahwa kami sangat merisaukan anda, kenapa kami mengingatkan kalian makan atau sembahyang, itu karena tepat saat itu, kami baru saja hendak makan atau sembahyang, maka itu saat kalian bertanya kembali atau mengingatkan kembali, kami akan jawab “iya, bentar lagi nih”


Kami, para wanita tau kalian bukanlah Romi Rafael yang pandai menyulap saputangan menjadi bunga, maka itu kami tidak pernah meminta hal hal semacam itu, namun mengertilah bahwa melihat bunga rose di pinggiran jalan itu menggoda hati kami, bahkan meski kami tidak suka bunga, pemberian kalian akan menjadi hal yang kami sukai, karena kami sebenarnya hanya sangat ingin menyimpan kalian saat itu, setelah malam kalian antar kami pulang, namun kami tahu kita harus berpisah saat itu.


Kami, para wanita tau kalian bukanlah Mr. Bean yang dapat membuat kami tertawa terbahak saat sedang bosan, maka itu jangan coba-coba menjadi juru selamat untuk mencoba membuat kami tertawa saat itu, karena kami tau kalian tidak mampu sekocak Mr. Bean dan malah hanya akan memperkeruh suasana, yang kami inginkan saat itu hanyalah memastikan kalian ada disamping kami saat masa-masa sulit meski hanya dengan senyuman menenangkan.


Kami, para wanita juga tau kalian bukanlah pemuda seperti Edward Cullen yang akan segera datang dengan Volvo saat kami diganggu oleh preman jalanan, namun setidaknya, pastikan kami aman bersama kalian saat itu dengan tidak membawa kami pulang terlalu larut dan mengantarkan kami sampai depan pintu rumah dan bertemu ayah ibu, (jangan hanya sampai depan gang, hey, tuan!)

Kami, para wanita tau kalian tidak akan bisa seperti ibu kami yang dapat menghentikan tangisan kami, namun tolong mengerti, saat kami menangis dihadapanmu, kami bukan sedang ingin dihentikan tangisannya, justru kami sangat ingin kalian dihadapan kami menampung berapa banyak air mata yang kami punya, atau sekedar melihat apa reaksi kalian melihat kami yang –menurut kami- akan terlihat jelek saat menangis

Kami, para wanita tau juga sebenarnya, bahwa kalian tidak akan punya jawaban yang benar atas pertanyaan, “aku gendut ya?”, kami sungguh tau, tapi saat itu kami hanya ingin tau, apa pendapat kalian tentang kami yang pagi tadi baru bercermin dan sedang merasa tidak secantik Kristen Stewart.


Kami tau, kalian adalah makhluk bodoh yang tidak peka dan terlalu lugu untuk percaya pada setiap hal yang kami katakan, tapi mengertilah bahwa saat kalian bertanya “baik-baik aja?” dan kami jawab “iya, aku baik-baik aja” itu adalah bahasa kami untuk menyatakan keadaan kami yang sedang tidak baik namun kami masih menganggap kalian adalah malaikat penyelamat yang mampu mengatasi ketidak-baik-baikan kami saat itu tanpa kami beritau, (tentu mestinya kalian sadari jika kami memang benar sedang baik-baik saja kami akan menambahkan perkataan seperti “iya aku baik-baik aja, malah tadi aku di kampus ketemu dengan dosen yang itu lho….*bla.bla.bla”)


Iya, kami sepertinya tau apa yang kalian pikirkan tentang kami yang begitu merepotkan. Tapi begitulah kami, akan selalu merepotkan kalian, tuan. Hal ini bukan sesuatu yang kami banggakan, namun inilah bahasa kami untuk mempercayakan hati kami pada kalian, jika kalian bukanlah pemuda yang kami percayakan dan kami butuhkan, tentu saja yang kami repotkan dan persulitkan bukan kalian. Kami makhluk yang amat perasa dan gampang merasa “tidak enak”. Kami enggan merepotkan “orang lain”.


Jika kami merepotkan dan menyusahkan, berarti kami menganggap anda bukanlah orang lain, tuan.


Kami tidak senang bermain-main, tuan pemuda. Maka tolong jaga hati yang kami percayakan ini. Kami mungkin mudah berbesar hati atau “geer”, tapi sekali kami menaruh hati kami pada satu pemuda, butuh waktu yang lebih lama dari menemukan lampu bohlam untuk menghilangkannya (bukan melupakan).


Kami akan sulit menerima hati baru setelah itu, karena kami harus membiasakan diri lagi. Padahal kami sudah terbiasa dengan anda, terbiasa melakukan semuanya dengan anda. Maka tolong, mengertilah tuan. Karena kami, wanita sungguh sangat tau sebenarnya kalian, pemuda, dapat mengatasi semua tingkah kami yang merepotkan ini.

Selasa, 20 April 2010

JANGAN BERHENTI BERMIMPI

Semua orang pasti punya mimpi. Kadang mimpinya itu bukan cuma satu tapi juga banyak. Buat saya mimpi adalah mimpi, mau itu kecil atau besar. Dari sekian banyak mimpi kita kadang ada yang terwujud dan ada juga yang enggak terwujud sama sekali. Tapi mungkin juga bukan gak terwujud tapi waktunya aja yang belum tiba untuk mimpi itu terwujud.
saya suka bermimpi .
banyak orang yang bilang mimpi hanya bunga tidur.
tetapi untuk saya mimpi itu bunga kehidupan.
mimpi memperindah hidup kita.
bahkan mimpi buruk sekalipun.
mimpi buruk bisa kamu jadikan pembelajaran supaya mimpi burukmu tidak menjadi kenyataan dalam kehidupan nyatamu.
namun terkadang mimpi juga lah yang membuatmu tidak ingin beranjak dari kasurmu.
ya, bermimpi itu sesuatu yang menyenangkan.
bahkan hal yang tidak bisa kamu lakukan dalan kehidupan nyatamu dapat terwujud di mimpimu.

waktu kecil saya sering bermimpi menjadi seorang putri yang cantik seperti cinderella atau snow white.
saya tidak pernah menyesal pernah memimpikannya.
saya pun tidak malu menceritakannya.
mimpi itu berharga.
dan waktu saya bangun dan menceritakannya pada mama saya.
mama saya tersenyum dan bilang :
"hesty mau jadi putri ?
jadi putri itu harus pintar."
sejak saat itu saya jadi rajin belajar.
supaya bisa jadi putri.

saya juga pernah bermimpi menjadi seorang penyanyi.
dan ketika saya bangun dan menceritakannya pada mama.
lagi-lagi mama tersenyum dan bilang :
"kalau mau jadi penyanyi harus pintar bernyanyi.
bisa main alat musik.
dan kalau mau jadi penyanyi, jangan jadi penyanyi yang bisanya bawain lagu oranglain dan tinggal nyanyi dan lenggak-lenggok di atas panggung.
tapi harus menyanyikan karyamu sendiri.
jangan jadi penyanyi yang bodoh menganggap pendidikan itu bisa dikejar nanti-nanti"
sejak saat itu saya mati-matian belajar keyboard, gitar bahkan drum.
walaupun sampai sekarang kemampuan saya bisa dibilang masih sangat di bawah rata-rata.
tapi saya sudah mampu membuat lagu untuk diri sendiri.
saya bangga memberitaukan pada mama.
walaupun saya tau kemampuan saya membuat lagu juga masih di bawah amatir.
tapi saya tau mama tetap bangga pada saya.
sampai saat ini memang mimpi saya yang satu ini belum menjadi kenyataan.
tapi saya yakin, suatu saat saya bisa mewujudkannya.
menjadi penyanyi yang bukan hanya bisa menyanyikan lagu orang lain, tetapi menyanyikan karya saya sendiri.   

saya melihat dari 2 sisi.
mimpi bisa membuatmu terlena dan hanya hidup di alam mimpi.
maksutnya ?
kau jadi lupa membenahi kehidupan nyatamu karena terlalu asik dengan dunia mimpi yang bisa mengabulkan semua yang kamu inginkan.
bahkan tanpa keringat, tanpa usaha.
tapi mimpi juga bisa menjadi pacuanmu, dimana kamu semakin ingin cepat bangun dan mewujudkan mimpimu agar semua tidak hanya nyata dalam dunia mimpimu.
sekarang semua pilihan mu mau memandang dari sisi mana dan yang mana yang akan kamu pakai dalam hidupmu.
see?
bukan hanya hidup yang merupakan pilihan.
mimpi pun adalah pilihan.
so..
JANGAN REMEHKAN MIMPIMU, SEKECIL DAN SESEPELE APAPUN ITU.

Minggu, 18 April 2010

kulit hitam? so what?


Saya benci iklan-iklan pemutih kulit. Kenapa iklan dengan kampanye yang menyesatkan itu bisa bebas wara wiri di layar tv dan media cetak? Pernah liat kan iklan yang cowoknya cuek sama ceweknya tapi setelah ceweknya pake produk pemutih wajah, si cowok langsung cinta sama cewek itu. Atau iklan tolol seorang cowok berani-berani ngomong “yang cantik itu yang kulitnya putih.” Eh, siape elo? Daripada ngurusin kulit cewek, mending lo urusin muke lo yang gak enak diliat! Kayak lo cakep aja berani-berani ngomong kayak gitu! Suka sama gue apa kulit gue?
Mereka sadar gak sih waktu mereka beriklan seperti itu berapa banyak cewek-cewek remaja yang tersakiti hatinya? Sadar gak sih pengaruhnya buat mereka? Buat cewek-cewek yang lagi mencari identitasnya, buat cewek-cewek yang lagi ingin menjadi perhatian lawan jenisnya dan belajar jatuh cinta. Sadar gak sih??? Dan sadar juga gak sih bahwa kita ini hidup di Indonesia yang masyarakatnya terdiri dari berbagai suku dengan mayoritas berkulit sawo matang???
Dunia ini emang udah gila. Semua harus diseragamkan. Bahkan ciptaan Tuhanpun mereka lawan. Kita semua dipropaganda untuk gak mencintai dan menerima diri kita sendiri. Mereka menciptakan image yang rasial menurut saya.
Jadi bisa dibayangin gak kalo iklan itu udah ngancurin rasa percaya diri seseorang sampe segitu parahnya. Siapapun kalian, tolong pikirin dampaknya dalam membuat iklan!

Pesen saya, jangan biarkan hal-hal tolol dan gak penting mempengaruhi hidup kamu. Life its about you, not others! 

Ingat, bukan tubuh kita yang harus dirubah, tapi cara berpikir kita.

siapa Kartini ??


Menyambut hari Kartini saya jadi tertarik untuk nulis tentang perayaan hari Kartini. Kartini itu identik dengan simbol emansipasi wanita? Aduh saya bingung, perempuan bicara emansipasi tapi sama jati dirinya aja masih ragu?!
Sejujurnya kalo bicara Kartini, saya lebih seneng sama orang-orang khususnya cewek-cewek yang berani ngomong jujur apa adanya kalo yang mereka pahami tentang sosok itu hanyalah sekedar sosok perempuan berbaju kebaya Jawa dan berkonde (alasan na setiap hari Kartini hampir semua orang berkebaya termasuk saya waktu sekolah dulu, malah ada lomba nya dan saya keluar menjadi juara. yeah!!) dan kata "emansipasi"nya. Yang mungkin dijabarkan secara sederhana sebagai persamaan derajat antara laki-laki dan perempuan. Segitu aja. Simple. Tanpa perlu panjang lebar sok pintar mengarang bebas apa itu emansipasi dan seakan paham betul sama perjuangannya Kartini.
Akui aja deh buat sebagian dari kita dan banyak anak muda jaman sekarang, Kartini itu hanya sekedar simbol, ya kan? Pokoknya kuncinya kalo ngomongin Kartini ya sebut aja kata emansipasi, aman deh. Kita, saya, kamu, mungkin lebih tau tentang siapa itu Beyonce daripada Kartini. Sangat ironis ya. Karna sepanjang yang saya tahu, kita dibiasakan hafal dengan nama-nama tokoh sejarah, tahun-tahun perjuangannya, tapi gak diajarkan lebih dalam mengenai perjuangannya, pandangannya, dan ajarannya. 
Saya jadi berpikir, kalo aja saya itu Kartini, saya lebih milih gak usah jadiin ulangtaun saya sebagai hari besar nasional. karena semuanya semu.
kenapa saya bilang semu?
Hampir semua orang merayakan Hari Kartini, berkebaya, berkonde dan gak lupa gembar-gembor tentang emansipasi wanita dll tapi mereka gak pernah tau siapa sebenarnya Kartini, gimana perjuangannya, pandangannya dan ajarannya.
Saya jadi bertanya, apa ya yang mereka rayakan? Mereka kan gak kenal saya? Apa yang ada dipikiran mereka? Apakah mereka benar-benar senang? Mereka bahkan gak tau apa yang udah saya perbuat hingga ulang tahun saya perlu mereka rayakan?
Dan kalo saya bayangkan Kartini di jaman sekarang ini, dimana orang-orang dari remaja-remaja sampe ibu-ibu bersasak tinggi yang sedang merayakan ulang tahun saya atau berlomba-lomba menjadi juara karena kebaya dan konde nya. Bahkan ada yang terpaksa merayakannya karena gak punya pilihan lain atau takut dianggap gak nasionalis. Mereka bernyanyi "Ibu Kita Kartini" dengan wajah sumringah tapi gak tau ada kisah apa dibalik lagi itu.
Anak-anak yang dipaksa orang tuanya mengikuti lomba dengan kebaya dan kondenya pun mungkin merasa bosan dan berharap cepat pulang dan merengek meminta pergi dari acara secepatnya!
Kasian Kartini, banyak yang merayakan hari ulangtahunnya sampai dijadikan hari besar nasional tapi gak tau siapa Kartini.
Termasuk saya.

waktu saya search saya mendapatkan pandangan Kartini dari wikipedia yang menurut saya luar biasa untuk disampaikan oleh seorang wanita pada masa itu.

Pada surat-surat Kartini tertulis pemikiran-pemikirannya tentang kondisi sosial saat itu, terutama tentang kondisi perempuan pribumi. Sebagian besar surat-suratnya berisi keluhan dan gugatan khususnya menyangkut budaya di Jawa yang dipandang sebagai penghambat kemajuan perempuan. Dia ingin wanita memiliki kebebasan menuntut ilmu dan belajar. Kartini menulis ide dan cita-citanya, seperti tertulis: Zelf-ontwikkelingdan Zelf-onderricht, Zelf- vertrouwen dan Zelf-werkzaamheid dan juga Solidariteit. Semua itu atas dasar Religieusiteit, Wijsheid en Schoonheid(yaitu Ketuhanan, Kebijaksanaan dan Keindahan), ditambah dengan Humanitarianisme (peri kemanusiaan) dan Nasionalisme (cinta tanah air).
Pandangan-pandangan kritis lain yang diungkapkan Kartini dalam surat-suratnya adalah kritik terhadap agamanya. Ia mempertanyakan mengapa kitab suci harus dilafalkan dan dihafalkan tanpa diwajibkan untuk dipahami. Ia mengungkapkan tentang pandangan bahwa dunia akan lebih damai jika tidak ada agama yang sering menjadi alasan manusia untuk berselisih, terpisah, dan saling menyakiti. "...Agama harus menjaga kita daripada berbuat dosa, tetapi berapa banyaknya dosa diperbuat orang atas nama agama itu..." Kartini mempertanyakan tentang agama yang dijadikan pembenaran bagi kaum laki-laki untuk berpoligami. Bagi Kartini, lengkap sudah penderitaan perempuan Jawa yang dunianya hanya sebatas tembok rumah.

Selasa, 06 April 2010

i love you mom. more and more.

Kehadiran seorang ibu bagaikan lautan rahmat yang tidak bisa dibalas dengan harta benda di dunia.  Besar kasih sayang kepada anaknya melebihi rasa sayang kepada dirinya sendiri.

Saat aku berumur 1 tahun, dia menyuapi dan memandikanku.
Sebagai balasannya, aku menangis sepanjang malam.
Saat aku berumur 2 tahun, dia mengajariku bagaimana cara berjalan.
Sebagai balasannya, aku kabur saat dia memanggilku.




Saat aku berumur 3 tahun, dia memasakkan semua makananku dengan kasih sayang.
Sebagai balasannya, aku membuang piring berisi makanan ke lantai.
Saat aku berumur 4 tahun, dia membelikanku pensil berwarna.
Sebagai balasannya, aku mencoret-coret dinding rumah dan meja makan.
Saat aku berumur 5 tahun, dia membelikanku pakaian-pakaian yang mahal dan indah.
Sebagai balasannya, aku memakainya untuk bermain di kubangan lumpur dekat rumah.
Saat aku berumur 6 tahun, dia mengantarku pergi ke sekolah.
Sebagai balasannya, aku berteriak.”GAK MAU!! AKU KAN UDAH GEDE MOM!!!”
Saat aku berumur 7 tahun, dia membelikanku bola.
Sebagai balasannya, aku melemparkan bola ke jendela tetangga.
Saat aku berumur 8 tahun, dia memberiku es krim.
Sebagai balasannya, aku menumpahkan hingga mengotori seluruh bajuku.
Saat aku berumur 9 tahun, dia membayar mahal untuk kursus komputerku.
Sebagai balasannya, aku sering bolos dan sama sekali tidak pernah berlatih.
Saat aku berumur 10 tahun, dia mengantarku ke mana saja, dari kolam renang hingga pesta ulang tahun.
Sebagai balasannya, aku melompat keluar mobil tanpa memberi salam.
Saat aku berumur 11 tahun, dia mengantarkanku dan teman-temanku ke bioskop.
Sebagai balasannya, aku memintanya duduk di baris lain.
Saat aku berumur 12 tahun, dia melarangku untuk melihat acara TV khusus orang dewasa.
Sebagai balasannya, aku tunggu sampai dia di keluar rumah.
Saat aku berumur 13 tahun, dia menyarankanku untuk memotong rambut, karena sudah waktunya.
Sebagai balasannya, aku katakan dia tidak tau mode.
Saat aku berumur 14 tahun, dia membayar biaya untuk liburan selama sebulan.
Sebagai balasannya, aku tak pernah meneleponnya.




Saat aku berumur 15 tahun, dia pulang kerja ingin memelukku.
Sebagai balasannya, aku mengunci pintu kamar.
Saat aku berumur 16 tahun, dia menyarankan ku belajar memasak.
Sebagai balasannya, aku mengatakan sambil cemberut bahwa belajar memasak tidak penting.
Saat aku berumur 17 tahun, dia menangis terharu ketika aku lulus SMA.
Sebagai balasannya, aku berpesta dengan temanku sampai pagi.




Saat aku berumur 18 tahun, dia membayar biaya kuliahku dan mengantarku ke kampus pada hari pertama.
Sebagai balasannya, aku minta diturunkan jauh dari pintu gerbang agar aku tidak malu di depan teman-temanku.
Saat aku berumur 19 tahun, dia memberitauku untuk tidak pulang terlalu malam.
Sebagai balasannya, aku menjawab,"suka-suka aku dong! aku kan sudah besar!"
Saat aku berumur 20 tahun, dia bertanya, “Dari mana saja seharian ini?”
Sebagai balasannya, aku mejawab,”Ah mom bawel banget sih, pengen tau urusan orang!”
Saat aku berumur 21 tahun, dia menyarankan satu pekerjaan yang bagus untuk karirku di masa depan.
Sebagai balasannya, aku katakan,”Aku gak mau kayak mom.”
Saat aku berumur 22 tahun, dia memelukku dengan haru saat aku lulus perguruan tinggi.
Sebagai balasannya, aku tanya dia kapan aku bisa ke Singapore.
Saat aku berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah baruku.
Sebagai balasannya, aku menceritakan pada temanku betapa jeleknya furniture itu.
Saat aku berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganku dan bertanya tentang rencananya di masa depan.
Sebagai balasannya, aku mengeluh,”Aduuh, gimana sih mom, kok tanyanya kayak gitu?”
Saat aku berumur 25 tahun, dia mambantuku membiayai penikahanmu.
Sebagai balasannya, aku pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km.
Saat aku berumur 30 tahun, dia memberikan beberapa nasehat bagaimana merawat bayi. Sebagai balasannya, aku katakan padanya,”mom, sekarang jamannya sudah berbeda!”
Saat aku berumur 40 tahun, dia menelepon untuk memberitahukan pesta ulang tahun salah seorang kerabat.
Sebagai balasannya, aku jawab,”mom, aku sibuk. gak ada waktu!”
Saat aku berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanku.
Sebagai balasannya, aku membaca tentang pengaruh negatif orang tua yang menumpang tinggal di rumah anak-anaknya.

Kasih anak sepanjang jalan, kasih ibu sepanjang hayat . Apapun yang sudah kita buat belum apa-apa dibandingkan dengan kasih sayang ibu yang telah diberikan pada kita.
oleh karena itu jaga dan sayangilah ibumu selagi kamu bisa.

Jumat, 02 April 2010

manfaat coffee

gue adalah salah satu orang yang "coffee freaks" alias pecinta kopi.
minimal gue minum 1 gelas kopi dalam sehari.
bokap nyokap gue sampe bosen marahin gue yang bisa dibilang udah kecanduan kopi.
untuk menangkis omelan bokap nyokap gue, gue pun mencoba mencari manfaat kopi dibalik segudang kerugiannya.



beberapa manfaat kopi bagi kesehatan :
  • Diabetes. Dua puluh studi yang dilakukan di seluruh dunia menunjukkan bahwa kopi mengurangi risiko diabetes type 2 hingga  50%. Para peneliti menduga penyebabnya adalah asam klorogenik di dalam kopi berperan memperlambat penyerapan gula dalam pencernaan. Asam klorogenik juga merangsang pembentukan GLP-1, zat kimia yang meningkatkan insulin (hormon yang mengatur penyerapan gula ke dalam sel-sel). Zat lain dalam kopi yaitu trigonelin (pro vitamin B3) juga diduga membantu memperlambat penyerapan glukosa.
  • Kanker. Riset secara konsisten menunjukkan bahwa kopi mengurangi risiko kanker hati, kanker payudara dan kanker usus besar. Menjelang masa menopause, wanita yang mengonsumsi 4 cangkir kopi sehari mengalami penurunan risiko kanker payudara sebesar 38 persen, demikian menurut sebuah studi yang dipublikasikan di The Journal of Nutrition. Kopi melepaskan phytoestrogen dan flavonoid yang dapat menahan pertumbuhan tumor. Namun konsumsi kurang dari 4 cangkir tidak akan mendapatkan manfaat ini.
  • Sirosis. Kopi melindungi hati dari sirosis, terutama sirosis karena kecanduan alkohol.
  • Penyakit Parkinson. Para peminum kopi memiliki risiko terkena Parkinson setengah lebih rendah dibanding mereka yang tidak minum kopi.
  • Penyakit jantung dan stroke. Konsumsi kopi tidak meningkatkan risiko jantung dan stroke.  Sebaliknya, kopi justru sedikit mengurangi risiko stoke. Sebuah studi atas lebih dari 83.000 wanita berusia lebih dari 24 tahun menunjukkan mereka yang minum dua sampai tiga cangkir kopi sehari memiliki risiko terkena stroke 19% lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak mimum kopi. Studi terhadap sejumlah pria di Finlandia menunjukkan hasil yang sama.
  • Fungsi kognitif. Studi atas 4.197 wanita dan 2.820 pria di Perancis menunjukkan bahwa meminum setidaknya tiga cangkir kopi sehari dapat menghambat penurunan fungsi kognitif otak akibat penuaan hingga 33 persen pada wanita. Namun, manfaat yang sama tidak ditemukan pada pria. Hal ini mungkin karena wanita lebih peka terhadap kafein.
  • Mencegah penyakit saraf. Peminum kopi berkafein cenderung tidak akan mengembangkan penyakit Alzheimer dan Parkinson. Kandungan antioksidan di dalam kopi akan mencegah kerusakan sel yang dihubungkan dengan Parkinson. Sedangkan kafein akan menghambat peradangan di dalam otak, yang kerap dikaitkan dengan Alzheimer. 
  • Melindungi gigi. Kopi yang mengandung kaein memiliki kemampuan antibakteri dan antilengket, sehingga dapat menjaga bakteri penyebab lubang menggerogoti lapisan gigi. Minum kopi secangkir setiap hari terbukti dapat mencegah risiko kanker mulut hingga separuhnya. Senyawa yang ditemukan di dalam kopi juga dapat membatasi pertumbuhan sel kanker dan kerusakan DNA.
  • Mencegah batu empedu. Batu empedu tumbuh ketika lendir di dalam kantong empedu memerangkap kristal-kristal kolesterol. Xanthine, yang ditemukan di dalam kafein, akan mengurangi lendir dan risiko penyimpanannya. Dua cangkir kopi atau lebih setiap hari akan membantu proses ini. 
  • Melindungi kulit. Konsumsi 2-5 cangkir kopi setiap hari dapat membantu menurunkan risiko kanker kulit nonmelanoma hingga 17 persen. Kafein dapat memacu kulit untuk membunuh sel-sel prakanker, dan juga menghentikan pertumbuhan tumor.
  • Sakit kepala. Satu dosis obat penawar sakit megandung 120 miligram kafein, sama seperti jumlah yang ditemukan dalam secangkir kopi. Kafein ditambahkan pada obat penawar sakit karena bisa meningkatkan penyerapan dalam peningkatan efek penghilang sakit. Kafein juga membatasi pembesaran pembuluh darah ke kepala, yang dapat menyebabkan migran.
  • Konstipasi. Kopi cenderung mempercepat proses pengosongan perut sehingga masalah sembelit dapat teratasi.
  • Kantuk. Kopi dapat dikonsumsi untuk meningkatkan kewaspadaan tanpa membuat kesulitan tidur setelahnya. Namun ada pula sebagian orang yang lebih bereaksi pada tidur sejenak dibandingkan dengan minum kopi.
  • Stamina tubuh. Kafein memberi signal pada otak dan sistem syaraf untuk melakukan hal-hal secara berbeda. Penelitian menunjukkan dua cangkir kopi sanggup membangun stamina tubuh.


i love my daddy very much

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..
Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya. Lalu bagaimana dengan Papa?
Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,
tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,
tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?
Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil……
Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu…
Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya” ,
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka….
Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.
Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.
Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”
Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?
Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :
“Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”.
Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.
Ketika kamu sudah beranjak remaja….
Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”.
Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga..
Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu…
Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama….
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,
Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?
Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia…. :’)
Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..
Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir…
Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut – larut…
Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?
“Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa”
Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata – mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti…
Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa
Ketika kamu menjadi gadis dewasa….
Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain…
Papa harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?
Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .
Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.
Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan…
Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “Tidak…. Tidak bisa!”
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu”.
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”
Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.
Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Papa tahu…..
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
Dan akhirnya….
Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia….
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa….
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: “Ya Tuhan tugasku telah selesai dengan baik….
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik….
Bahagiakanlah ia bersama suaminya…”
Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih….
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya….
Papa telah menyelesaikan tugasnya….
Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita…
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal…



read and think !!

Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku.
Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya, Aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya.
“Siapa yang mencuri uang itu?” Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan, “Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!” Dia mengangkat tongkat bambu itu tingi-tinggi.
Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, “Ayah, aku yang melakukannya!”
Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan nafas. Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi, “Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? …Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!”
Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, “Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi.”
Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku. Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku berusia 11.
Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk ke sebuah universitas propinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus. Saya mendengarnya memberengut, “Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik…hasil yang begitu baik…” Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas, “Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?”
Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata, “Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyak buku.” Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya. “Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya?
Bahkan jika berarti saya mesti mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!”
Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak, dan berkata, “Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya; kalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini.” Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas.
Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku: “Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimu uang.”
Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang. Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20.
Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampai ke tahun ketiga di universitas. Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan, “Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana!”
Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. Aku menanyakannya, “Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?”
Dia menjawab,tersenyum, “Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu?”
Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam kata-kataku, “Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga! Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu…”
Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan, “Saya melihat semua gadis kota memakainya. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu.”
Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis. Tahun itu,ia berusia 20. Aku 23.
Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telah diganti, dan kelihatan bersih di mana-mana. Setelah pacarku pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku.”Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!” Tetapi katanya, sambil tersenyum, “Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu..”
Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan sedikit saleb pada lukanya dan membalut lukanya. “Apakah itu sakit?” Aku menanyakannya.
“Tidak, tidak sakit. Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan…” Ditengah kalimat itu ia berhenti. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun ke wajahku. Tahun itu, adikku 23. Aku berusia 26.
Ketika aku menikah, aku tinggal di kota. Banyak kali suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau. Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan, “Kak, jagalah mertuamu aja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini.”
Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi.
Suatu hari, adikku diatas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel, ketika ia mendapat sengatan listrik, dan masuk rumah sakit. Suamiku dan aku pergi menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu, “Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?”
Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya. “Pikirkan kakak ipar–ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan. Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apa yang akan dikirimkan?”
Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar kata-kataku yang sepatah-sepatah: “Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!”
“Mengapa membicarakan masa lalu?” Adikku menggenggam tanganku. Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29.
Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya, “Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?” Tanpa bahkan berpikir ia menjawab, “Kakakku.”
Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat.
“Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. Suatu hari, Saya kehilangan satu dari sarung tanganku. Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu. Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya. Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya.”
Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku.
Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku, “Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku.” Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan perayaan ini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai.

(Diterjemahkan dari “I Cried for My Brother Six Times”)

all about my live

Terimalah saat ini dan semua yang akan datang sebagai KARUNIA. Tuhan adalah pemberi yang tidak pernah berhenti memberi.

sapta rini families

sapta rini families
the best family in the world

hadiwijono fams

hadiwijono fams
dad's fams

urha ririk

urha ririk
my bestie

my best friends

my best friends
they're the best thing in my live

atriiin

atriiin
best friends

4ia14 woman

4ia14 woman
cewek-cewek yg doyan ktawa tanpa henti